Tampilkan postingan dengan label fanfiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fanfiction. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Mei 2013

ff "Jeongmal Gomawo Yesung Hyung!"

Diposting oleh Unknown di 00.51 0 komentar

Jeongmal Gomawo Yesung Hyung!















 Main cast: kyuhyun, Jessica jung, yesung, member suju

@cast at han river

Kyuhyun POV
Kumasih termenung dengan buah pikiran yang menjanggalku “kyuhyun-ah! Kau kenapa melamun terus, sudah 25 menit kita duduk disini tanpa ada topik pembicaraan apapun darimu, kau kenapaa?” Tanya Jessica yeoja yang sudah 5 tahun menemani hari-hariku. “gwaenchanna, mianhae membuatmu kesal chagi-ya!” jawabku masih menatap arus sungai yang terus mengalir seperti kisah hidupku yang terus mengalir tak tentu arahnya mau kemana. Kisahku, begitu tak jelas setelah ku berpacaran dengan yeoja yang tak kucintai ini, seorang anak presdir ceo  SM entertainment  yang kunaungi bersama super junior. Ya, yeoja ini begitu berjasa bagiku karena telah menemukan dan mengankatku sebagai member super junior bersama leeteuk dkk. Tapi aku bukanlah seorang pengemis yang suka meminta-minta padanya untuk mengankatku sebagai member suju tentunya suara yang di anugrahkan tuhan kepadaku juga sangat mendukungku untuk bergabung dengan group vocal yang sudah sangat terkenal ini.

Flashback on*

‘Appa Bakery, menerima pesan antar tlp. 25298’ begitulah tulisan yang terpampang jelas di atas kios roti yang berdiri dengan kokohnya yang telah berusia 10 tahun lamanya di tengah kota seoul atau jantung kota Korea Selatan ini yang tak pernah sepi akan pengunjung. Toko ini adalah peninggalan appaku satu-satunya yang diberikan padaku namun aku lebih memilih menjadi pengantar kue saja bila ada yang membutuhkan jasaku dan menyerahkan semua urusan tentang bisnis ini pada eomma yang lebih mengerti dariku.
‘kringggg kringggggg’ bunyi telepon toko ku tanda ada seseorang yang menginginkan jasaku sebagai kurir pengantar kue dengan motor matic milik appaku. Dengan sergapnya eomma mengankatnya “yeobosseo, Appa Bakery imnida, ingin pesan kue atau roti?” setelah beberapa menit berbicara dengan pelanggan tersebut eomma memanggilku “kyuhyun! Kau antar roti special ini di gedung SM entertainment lantai 2 di ruang recording, catat baik-baik!” “arra eomma”kuambil roti itu diantara puluhan roti yang bebaris rapi di lemari transparan, tanpa ada keraguan ku bergegas keluar toko mengantar pesanan ini.

@cast at SM building
Kulangkahkan kaki jenjangku menuju lantai 2, menyusuri lorong demi lorong yang begitu banyak. Ku hanya melihat keterangan yang tertera di setiap pintu kaca “andai ku bisa bekerja disini sebagai penyanyi terkenal…ashh kau ngaco sajaa Cho Kyuhyun..ahhh ini dia ruang recording alias dapur rekaman para artis SM” batinku seraya mengetok pintu kaca tersebut. ‘tokktokktokk’ tanpa menunggu lama pintu tadi terbuka lebar dan muncul lah dari balik pintu seorang yeoja dengan tinggi semampai memperhatikanku mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dan kumulai membungkukkan diri sebagai tanda hormat. 

Sillyehamnida noona ini pesananmu!
“ne,ohhh pesananku yah?”
“ne” jawabku singkat sambil menyerahkan beberapa bungkus roti.
“cepat juga yah aku kira lama sampainya, ini dia uangnya” “gomawo noona” ujarku tersenyum kecil sambil membungkukkan diri dan bergegas pergi dari depan ruangan ini, setelah cukup jauh ku melangkah, kudengar seseorang berteriak  dan ku menoleh kebelakang ternyata dia noona tadi dan ku kembali menuju yeoja tersebut.
 “heeeiiii ini bukan pesananku”
“apaaaa? Roti special kan?” “ne, tapi disini kulihat rotinya roti biasa”
“mana mungkin noona sini kulihat!” pintahku sambil mengambil roti itu ditangan yeoja ini.
“roti biasaaa…mati kau kyuhyun! jeongmal mianhae noona aku tak memperhatikannya karena ku terburu-buru banyak pesanan yang menungguku, jadi bagaimana noona?” jelasku panjang lebar.
“Aniyo biar ku makan saja walaupun aku tak menyukainya”
“mianhaee noona biar kuantar roti ini kedalam ruanganmu sebagai tanda maafku” “baiklahh silahkan!” ujar yeoja ini mempersilahkanku masuk.
“tempat impiankuuu” lirihku. “apa kau bilang? Tempat impianmu? Kau ingin jadi penyanyi yahhh?” tanyanya ingin tahu “ne noona tapi itu dulu, oh yaa taruh dimana roti ini?” kataku menatap yeoja ini.
“disini saja, ohh ya kalau kau mau jadi penyanyi, saya bisa bantu kamu, kau mau? Tapi saya harus mengujimu terlebih dahulu!” “emm………….” Gumamku masih berpikir panjang.
“coba saja dulu, mumpun aku lagi free schedule” “ne” jawabku singkat menuruti yeoja ini menuju sebuah ruang yang cukup luas “masuklah, kau cukup berdiri disini dan menyanyi!” ujarnya sambil duduk di depan piano yang cukup besar.
“noona jangan tertawaiku yah!” ujarku dengan gerogi “hahahh kau ini! Menyanyilah!” pintahnya.
Ku menyanyi dengan mengeluarkan semua tekhnik menyanyi yang pernah kudapat di les menyanyi yang pernah ku ikuti waktu SMA.
“stop!!!!!” selanya membuatku berhenti bernyayi dan ku dapat merasakan getaran dari sekujur tubuhku ini.
“suaraku jelek yahhh?” tanyaku dengan muka bersalah.
“aniyo…. tidak jelek tapi mungkin lebih bagus lagi kalau aku mengiringimu dengan piano, ayo ulangi dari pertama!” pintahnya membuatku hampir mati berdiri di depannya.
 “yakkk aku kira…..” ujarku sambil memulai menyanyi dan yeoja ini mengiringi lagu yang kunyanyikan  dengan semangatnya.  
“cukuppp! Apa aku bilang, baguskan kalau aku iringi dengan piano, oh ya suaramu bagus sekali mungkin aku bisa mempertimbangkan mu disini sebagai penyanyi….Ireumi mwoyeyo??”
Jeo neun Cho kyuhyun ieyo panggil saja kyuhyun” jawabku masih berdiri didepannya.
“kyuhyun kau ambil ini, ini kartu ku kau boleh datang besok” “untuk?” tanyaku singkat sambil memperhatikan kartu nama yang ia berikan.
“yaaa kamu boleh take vocal besok” “jadi aku diterimaaaa?” tanyaku untuk kedua kalinya. “besok kita lihat, kalau aku sih setuju, tapi aku belum menanyakan appaku” jawabnya terlihat bingung melihatku.
 “appa mu?” “ne appa ku sebagai presdir disini” “ohh ya apakah aku bisa pulang? Eommaku mungkin menkhawatirkanku karena ku lama mengantar pesanan”
“tentu silahkan tapi besok kau kesini lagi,ya?”
“ne Jessica noona aku akan datang besok” “tak usah panggilku noona, cukup panggil aku Jessica supaya lebih akrab”
“ne, naeil mannabsigettseumnida(sampai bertemu besok)”. Kataku sambil menggelenngkan kepalaku lalu membungkukkan diri dengan singkat dan beranjak pergi dari hadapannya. 
 Jessica POV
Melihat namja itu beranjak di depanku aku sontak menuju ruang appaku untuk memberitahunya tentang Kyuhyun, namja bersuara emas yang telah mengambil hatiku untuk mengankatnya sebagai artis SM “appaaa…aku punya berita baru, appa mau mendengarkanku? Tapi appa kelihatan sibuk?” tanyaku dengan intonasi cukup lantang. “sedikit, bicara sajalah telinga appa masih normal!” jawab appa tertawa geli “yakk appa! A…a..aku punya chingu bersuara emas namanya Kyuhyun, mungkin appa ingin mendengarnya menyanyi”
“Cho Kyuhyun, seorang namja dengan suara tingginya itu?” tanya appaku. “ne appa, kok appa tahu sih?” tanyaku heran sambil menggaruk belakang leherku yang tak gatal ini.
 “aku sering melihatnya di perlombaan menyanyi waktu dia masih berseragam SMA, memang dia punya suara emas bahkan appa juga ingin meminangnya di SM entertainment tapi appa selalu tak pernah punya waktu untuk itu, kau tau kan aku sangat sibuk?” “mmm, jadi dia boleh diterima di sini?” “boleh saja, dia juga cocok jadi namjachingumu jess” ujar appaku sambil menahan ketawanya yang akhirnya pecah.
 “yaaaaakkk apppaaa!!! Oh ya appa betulkan dia boleh bergabung dengan artis SM lainnya?” “ne tentunya, dia sangat berbakat” “yeeeeyyyy appa baiiikk sekali!” teriakku sambil memeluk appaku dan membuatnya terkaget dengan perlakuanku “heyyy kau tampak senang sekali, ahh anakku ini jatuh cinta yahhh?” “ishhhh appa, aku cuman jatuh cintaa pada suara emasnya” “dengan wajahnya juga kan???” Tanya appaku tak henti tertawa. “itu juga salah satunya appaaaaaaaa” lirihku sambil berlari keluar dengan muka yang mulai memerah.
----------------------------------------------------
sinar yang mulai memudar dari ufuk timur begitu memikat mataku untuk memandangnya yang mulai memasuki kegelepan yang mencekam dengan kerinduan abadi. Kudengar ringtone berbunyi dari hp pink pemberian ayahku tanda ada seseorang menelponku dan kulihat sebuah nomor yang tak dikenali oleh kontak handphoneku ini dan segera ku angkat.
 “yeobosseo,…….oh kyuhyun-ssi!”
“ne bagaimana denganku? Apakah aku diterima di perusahaan appamu?” Tanya kyuhyun ingin tahu.
“mianhaeee kyuhyun” jawabku menghela nafas panjang.
“gwaenchanna jess, aku juga tak begitu berharap dapat bergabung dengan artis SM lainnya”
“bukann………jeongmal mianhae membohongimu kyu”
“kau membohongiku? jadiiiii aku diterimaaaaa?” tanyanya begitu bersemangat
“ne kyu kau diterima….”
“yakkkkkkkkk kau!!! YEYYYYYYYYY ANAKMU DITERIMA EOMMAAAA!”
“heyyyyy! Jangan berteriak di telepon, bagaiman kalau aku tuli dan parahnya lagi aku tak bisa mendengar suaramu bak kicauan burung di pagi hari”
“kauuu berlebihan noona! Ohhh ya jeongmal gomawo telah membantuku”
“ne, Cheonmaneyo. Oh ya, kau datang besok diruanganku untuk latihan lagi oke?”
“siaaappp noona!”
“kau ini seperti tentara yang begitu taat pada komandannya hahhaaah” tawaku akhirnya pecah karena namja ini
“okee noona aku…………” katanya terputus karena handphoneku lowbatt total.
“aigoooo kau lowbatt disaat tak tepat, disaat aku ingin lebih akrab dengannya, bagaimana kalau dia berpikiran aku tak sopan karena mematikan panggilannya tanpa seizinnya duluuuu ashhh!!!” gerutuku membuang handphone ini di kasur king size ini.
--------------------------------------------
Setelah ku men-charge handphoneku, aku pun meraihnya dan kuperiksa panggilan masuk dan kusimpan nomor hp kyuhyun yang menelponku tadi, “ashh sms nggak yahhh?” batinku.
kumulai mengetik beberapa kata bertuliskan ‘kyuhyun-ssi! Mianhae, tadi teleponmu tiba-tiba terputus karena handphoneku lowbatt, aku harap kau dapat memakluminya’ begitulah isi teks smsku dan berhasil terkirim ke nomor hp kyuhyun. Tak berselang lama aku dapat sms lagi dan segera ku buka.
“yaakkk! Sms operator, kau hampir membuatku senang bukan kepalang kalau ini sms kyuhyun!” gerutuku dan sedetik kemudian getaran mulai terasa ditanganku tanda ada sms masuk “sms kyuhyun!” kataku berteriak. ‘gwaenchanna jess, algesseoyo’. Begitulah balasan dari kyuhyun untukku “yakkk!! begitu singkat balasanmu kyuhyun”
---Jessica POV end---
kyuhyun POV
Sinar mentari yang mulai mendarat dan menghangatkan bumi dan makhluknya khususnya penduduk seoul yang masih menikmati musim dingin yang tak kunjung usai “terima kasih tuhan kau masih membangunkanku di pagi yang indah untuk menyambut kehidupanku yang bersinar seperti sinarmu yang begitu berkilau” kataku mengembangkan evil smirk ku sambil berjalan menyusuri dapur untuk mendapatkan energi dari makanan yang eomma sudah siapkan untukku, aku hanya tinggal berdua dirumah sederhana ala rumah korea lainnya setelah appaku meninggal dunia dua tahun silam, ini merupakan hal paling menyakitkan bagiku dan eomma tapi, kehidupan itu berjalan terus jadi mau tak mau aku dan eomma harus menerimanya dengan lapang dada dan meneruskan hidup, karena masa depan yang cerah sudah menungguku dan eomma, aku percaya itu.
“oheun achimieyo(selamat pagi) eommaaa!” ujarku dengan lantangnya.
“oheun achimieyo kyuhyun!” jawab eomma tersenyum simpul.
“eomma, aku mau ke gedung SM untuk latihan sebentar”
“tapi tak ada yang membantuku untuk mengirim pesanan para pembeli dan tentunya toko serasa sepi tanpamu. Kau kan selalu bernyani dikala sepi pengunjung, eomma rindu itu semua kyuhyun!” lirih eomma begitu panjang.
“eommaaa.. kita kan bisa menyewa seseorang untuk mengerjakan pekerjaanku?”
“ne tapi..eomma tak bisa mendengar suaramu itu disaat sepi pengunjung” “eomma ada-ada saja!”
“yaaa sudah kau pergi saja lah demi mengejar cita-citamu, eomma tak bisa menghalangimu untuk itu, tapii makan dulu” “mmmm…..” gumamku mengiyakan pintah eomma.      
-----------------------------------------
@SM building (recording room)
‘toktoktok’ kumulai mengetok pintu kaca tempat yeoja bernama Jessica bekerja sebagai coach vocal para artis SM juga sebagai coach vocal ku. Tak berselang lama pintu tadi terbuka dan langsung kubungkukkan diriku “kyuhyun-sshi!” kata Jessica bersemangat. “oheun achimieyo noona Jessica!” “oheun achimieyo kyuhyun, kau masih saja memanggilku noona!” “ne, aku lebih suka memanggilmu noona daripada Jessica, kan lebih sopan di dengar” “ya sudah kau masuklah!” pintah yeoja ini mempersilakan ku masuk. Ku duduk di sofa yang tersedia disamping yeoja ini dan ku memberanikan menanyanya sesuatu “noona aku boleh bertanya sesuatu tentangmu?” tanyaku kepada Jessica. “ne boleh saja tapi jangan menyangkut privacyku yah” “ne, bgini……mengapa kau lebih memilih menjadi coach vocal daripada menjadi artis SM kan appamu juga sebagai CEO disini?” tanyaku begitu intens. “hanya itu? Aku kira sesuatu yang begitu penting” “ne hanya itu” jawabku singkat. “aku memilih menjadi coach vocal daripada menjadi artis karena aku lebih memilih menjadi dalang dibalik artis itu terkenal  dan juga wujud baktiku kepada appaku, yahhh seperti kau sekarangg!” “kau begitu baik noona” “gomawo” “mmm”gumamku menggelengkan kepala.
“kau mau apa? Soloist, group vocal, duo atau apa?” Tanya Jessica “terserah kau saja, aku hanya menuruti perkataanmu!”
“mmm kau itu cocok sebagai soloist tapi lebih bagus lagi kalau kau menjadi member group vocal, kau bisa dance kan?” “sedikit bisa kalu di paksa” “oke kau jadi group vocal saja daripada soloist, karena ada beberapa para soloist itu hanya bisa bernyanyi tanpa dance, kan sayang kalau bakat terpendam lainmu tidak kau explore” “ne aku hanya mengikutimu saja” “tunggu aku disini, aku mau keluar sebentar!” pintah yeoja ini. “mmm…” gumamku menggelengkan kepala.
Setelah beberapa menit Jessica hilang dari pandanganku, kudengar bunyi langkah kaki yang begitu mengusik telingaku dan ku menolehkan kepalaku menuju pintu di sudut kanan ruangan ini.
“kyuhyun-shhi!” sahut Jessica. “mwo?” tanyaku. “aniyo, oh yaa buka pintunya!” pintahnya kepada seseorang diluar pintu itu. Bisa kulihat beberapa namja sepertiku masuk di ruangan luas ini dan sontak membuatku beranjak dari sofa ini. “ohh ya kyuhyun, ini chingu barumu!” “chingu baruku?” tanyaku keheranan. “ne, chingu di group vocal barumu, oh ya namanya Super Junior, semoga kau akrab dengan mereka semua!” “mm..” lirihku menggelengkan kepala. “oh ya perkenalkan ini leeteuk sebagai leader, yesung sebagi lead vocal, siwon, donghae, eunhyuk, kang in, hee chul, shindong, ryewook, zhoumi, hangeng, kibum, sungmin!” pintah Jessica pada beberapa namja didepanku, setelah Jessica memperkenalkan mereka sontak aku membungkukkan diri “Jeo neun Cho kyuhyun ieyo panggil saja kyuhyun” tuturku memperkenalkan diri.
“kyuhyun, selamat kau sudah bergabung dengan kami, untunglah kau bisa debut secepat ini, aku merasa iri denganmu!” sahut leader suju Leeteuk oppa. “semoga kalian bisa menganggap kyuhyun sebagai saudara kalian sendiri!” ujar Jessica kepada sekelompok namja di depanku. “gomawo noona” kataku kepada Jessica yang sangat membantuku dalam meraih impianku.
-------------------------------------------------------------
Setelah beberapa tahun menaungi asian group vocal dan telah menjalankan beberapa annual world tour Super Show suju aku juga bergabung dengan Super Junior-K.R.Y, tentunya juga aku semakin dekat dengan Jessica karena ia coach vocalku dan all member suju dan ia juga sudah kuanggap sebagai sahabat karibku. Hingga suatu hari Jessica memanggilku ke ruangannya, ada apa gerangan yeoja ini memanggilku? karena kalau ia ingin melatih vocal ku, pasti dia juga memanggil semua member suju.
Tiba lah aku di depan pintu kaca transparan dan kumulai mengetok pintu dan tanpa menunggu lama bisa kulihat Jessica berdiri dengan wajah cemasnya.
“Jessica, kau kenapa?”
“gwaenchanna kyu, masuklah” pintah Jessica mempersilahkanku masuk ke ruangannya dan ku duduk di depan yeoja ini.
“ada gerangan apa kau memanggilku jess?” tanyaku ingin tahu.
“mmmm…..” gumam Jessica begitu gerogi.
“mwo jess? Jangan membuat ku khawatir karenamu!” tutur lembutku kepadanya.
“aniiyo.. kau tau kan kita sudah berteman lama kan?” Tanyanya.
“ne, bahkan kau sudah ku anggap sebagai sahabat karibku sendiri. Kau kenapa bertanya begitu jess?” tanyaku begitu intens.
“gomawo telah menganggapku sebagai sahabatmu, kau boleh pergi!” pintah yeoja ini sontak membuatku keheranan dengan tingkahnya.
Mendengarnya, aku hanya menggelengkan kepala sebagai tanda keherananku dan beranjak dari hadapannya. Sedetik kemudian, bisa kurasakan genggaman di tangan kananku “tunggu kyu!” lirihnya dan membuatku berhenti dan menatapnya.
“would you be my boy kyu?” Tanya Jessica masih dengan posisinya menggenggam erat tanganku dan sontak membuatku kaget dengan perkataanya. “jawab kyu!” pintahnya lagi.
Lama memikirkan itu semua, akhirnya aku menjawabnya juga “jess, a….ku juga ma….u menjadi namjachingumu” kataku terpenggal-penggal karenanya. “betul kah kyu? Gomawo” sahutnya sambil memelukku erat.
“jess, mianhae membohongimu aku melakukan ini untuk membalas budi kepadamu, dan aku sayang kamu sebagai teman bukan sebagai pacarku. Jika aku menolakmu aku takut kau akan membenciku. jeongmal mianhae” batinku sambil membalas pelukannya. Beberapa detik kemudian aku bisa mendengar beberapa hentakan kaki dan membuka pintu ruangan ini yang tertutup rapat “tuitt tuitt…. Kyuhyun-ssi! ternyata kau juga suka pada noona Jessica” sahut donghae dan serentak mereka menghampiriku dan Jessica “Selamat Kyunyun dan Noona Jessica” ujar member suju serentak. “gomawo” jawabku juga serentak dengan Jessica.          
Flashback off*
Begitulah kisah cinta yang tak ku hendaki bersamanya tapi nyatanya aku sudah 5 tahun menjalani relationship yang tak karuan karena ku hanya menyayanginya sebagai teman tidak lebih dan tak bisa ku rubah perasaan itu.
“chagi-ya ayo kita pulang!” pintahku kepada Jessica yang masih terduduk diam disampingku tepatnya di sungai han, tempat para favorit muda-mudi merajut cintanya.
“ne, daripada kau diam saja disini lebih baik kita pulang saja!” ujarnya.
------------------------------------------
Memandang setiap sudut kamar dorm yang cukup luas begitu membosankan bagiku, segera ku raih iPhoneku untuk menelpon Jessica. “aku harus mengakhiri ini semua!” gerutuku seraya menelpon Jessica dan tak berselang lama yeoja itu mengankatnya.
“yeobosseo chagi! Kau tak ada acara malam ini?”   
“aniyo, mwo?”
“nee aku mau mengajakmu keluar jam 7 malam ini, aku kan menjemputmu chagi-ya!”
“nnn….” Katanya terputus karena aku sudah memencet tombol merah hpku. “kenapa aku tak bisa mencintainya?” batinku berkali-kali mengatakannya.
------------------------------------------
Ku mulai mengetuk pintu rumah yeoja bernama Jessica yang cukup lebar ‘toktoktokkk’. Tak begitu lama pintu tadi terbuka lebar dan Jessica muncul dari belakang pintu. ku begitu kaget karena Jessica langsung memelukku erat dan aku tak nyaman atas perlakuannya, segera ku jauhkan tubuhnya dariku. “kyu? Kau tak suka? Aku kan yeojachingumu!” lirih yeoja ini didepankuu. “aku tak suka” jawabku cukup lantang sontak membuat yeoja ini tertunduk singkat. “kyu kau sensitive sekali eoh?” tanyanya membalas tatapanku. Tak ingin melanjutkan debat kecil ini, aku pun menarik tangannya menuju mobilku.
Didalam mobil hyundai putih milikku begitu hening akan suara hingga ku dengar suara Jessica memecah keheningan diantara kami. “kyu?” lirihnya singkat. “mmm” jawabku juga singkat. “kita mau kemana?” “restaurant bulgogi favoritku” jawabku masih menatap jalanan didepanku. “kau bahkan tak memanggilku chagi lagi,ada apa denganmu kyu ?” Tanya begitu hati-hati. “itu restaurant bulgoginya” kataku mengalihkan pembicaraannya. “kyu..kau kenapa?” tanyanya lagi begitu intens. “turunlah cepat aku sudah lapar!” pintahku seraya keluar dari mobil dan membukakan pintu untuknya, setelah itu ku hanya jalan memasuki restaurant tanpa ada beban. “kyu, tunggu!” teriak Jessica. “kau lemot sekali, cepat sedikit!”  pintahku masih tak memperdulikannya di belakangku.
“mianhae membuatmu tak nyaman akan perlakuaanku padamu” batinku. Ku memberanikan diriku untuk menoleh kebelakang dan kembali ke arah Jessica yang masih terpaku pada posisinya yang masih berdiri dan tertunduk lemah. “Jessica-ssi! Kau kenapa?” tanyaku ingin tahu. “kau ja….hat kyu!” jawabnya terpenggal-penggal. “kau menangis?” tanyaku lagi sambil memeluknya kedalam pelukanku. “mianhae” lirihku seraya melepas pelukanku dan menarik tangannya menuju restaurant bulgogi favoritku.
Didalam restaurant pun Jessica masih menampakkan raut muka cemberutnya. “chagi-ya” lirihku terpaksa, mendengarnya ia langsung mengeluarkan senyum genit khasnya. “kyuuu kau gampang sekali membuatku marah dan juga gampang membuatku tersenyum lagi karena ke-evilan mu itu” ujarnya masih menampakkan senyumnya. aku hanya bisa senyum kecut mendengarnya “aku begitu tak tega melihatmu sedih jess, tapi kalau kuteruskan terus aku akan tersiksa karena mu” kataku dalam hati.
“begitu tersiksanya jika seseorang mempunyai hubungan tapi tak mencintainya seutuhnya” lirihku dan sukses membuat Jessica membelalakkan matanya menatapku. “apa? Tersiksa? Siapa?” tanyanya bertubi-tubi padaku. “haaa aniyoo jess” jawabku. “mmmm..” gumamnya.
“jess!” sahutku.  “ne” jawabnya singkat. “5 tahun bersamamu itu begitu singkat tapi kau begitu mengisi hari-hariku jess, apa kau tak terganggu jika selama ini aku selalu sibuk akan pekerjaanku?” “sedikit, tapi aku mengerti semua kesibukanmu” jawabnya seraya melahap bulgogi pesanannya. “bagaimana ini? Aku ingin ini semua selesai tapi aku tau mau menyakitinya dia juga orang yang special dalam hidup dan karirku.” Batinku. “ayo pulang kyuu, aku sudah tak betah disini, kamu juga hanya diam disitu tanpa memesan makanan, katanya lapar tapi tak memesan makanan apapun, aneh!” pintahnya sambil menarik tanganku menuju kasir dan keluar dari restoran ini.
----------------------
@dorm super junior
Setelah mengantarnya pulang, aku kembali ke dorm tempat member lainnya tinggal. “tuittt tuitt yang dari kencan, bagaimana sukses?” Tanya member suju serentak dari balik jendela dorm. Mendengar mereka aku hanya mempoutkan bibir bawahku.
Aku menghampeskan tubuhku di kasur yang berukuran sedang ini, tak berselang lama yesung datang dengan tegaknya masuk kekamarku. “kyu, ayo main” ajak yesung. “main apa?” tanyaku begitu bersemangat dan bangkit dari lelahku. “winning eleven” tanya yesung menarik tanganku.
Aku tiba di depan tempat play station di letakkan “kyu kau mau tim apa? Aku real madrid ya?” tanya yesung bertubi-tubi. “oke klau kau real Madrid tentunya aku Barcelona”  
Pertandingan dimulai, yesung begitu lincah memainkan joy stick playstationnya begitu juga dengan ku.
 “kyuu kau akan kalah!” lirih yesung menyombongkan diri.
“haaahh kapan sejarahnya raja game kalah dengan raja selca seperti kau! Hahhaahh never yesung!” ujarku juga menyombongkan diri. Tanpa kusadari yesung memasukkan bola ke gawang tim ku. “aisssh yesung kau curang mengajakku bicara, konsentrasiku hilaaang karenamu” gerutuku. “ashh sebenarnya bukan karena yesung tapi aku tak bisa konsentrasi karena memikirkan status hubunganku dengan yeoja bernama Jessica” batinku. “baru kali ini aku bisa menjebol pertahananmu kyu” teriak yesung begitu semangat. “tunggu saja yesung, aku kan membalasnya” jawabku begitu lantang.
Sampai akhir babak pun aku masih tak bisa menjebol pertahanan yesung, “huuuuhhh kyuhyun kalah! Hahahahah” kata yesung tertawa keras. Menddengarnya, aku hanya menggelengkan kepala tanda tak menerima ejekan yesung. “yessssuunggg! Kau hanya beruntung karena aku banyak pikiran jadi semua konsentrasiku buyar semua!” kataku membela diri. “banyak pikiran? Aku baru tau kalau kau bisa berpikir” ejek yesung tertawa. “kau ini!” gerutuku.
“memangnya ada apa? Sehingga kau bisa kalah denganku kau tau kan saya masih junior dalam bermain game daripadamu” lirih yesung kepadaku. “Jessica” jawabku singkat. “Jessica, dia kenapa?” tanya yesung lagi. “haruskah saya curhat dengan yesung?” batinku. “aku tidak akan memberitahu member lain, tenang saja lah! Selama kau curhat denganku, masalahmu takkan bocor” jelas yesung.
“kau tahu kan, aku sudah 5 tahun menjalin hubungan yang saya juga tak tau hubungan apa itu? Aku hanya menganggap hubungan itu sebagai sahabat dengan sahabat, saling menyayangi” jelasku. “sejauh itu tapi Kau tak tau hubunganmu dengan Jessica, babo! Terus kenapa kau pura-pura mencintainya hyung?” sahut yesung.
“aku hanya ingin membuatnya bahagia, tapi itu begitu menyiksaku, kau punya saran untukku?” tawarku kepada yesung. “menurutku sih kau harus merubah rasa sayang sebagai sahabat menjadi rasa sayang sebagai pacar sendiri, yaaa kau cukup mengeluarkan semua keromantisanmu kepada Jessica, perlahan juga kau bisa menerimanya, kau tau kan cinta itu juga bisa tumbuh karena kita bisa menerima hal paling kecil darinya dan masih banyak alasan lainnya” kata  yesung panjang lebar. “mmmm… saya akan mencobanya, kalau tak bisa bagaimana?” tanyaku lagi. “pasti bisa kyu” jawab yesung begitu yakin.
Mendengar perkataan yesung, ku hanya terdiam dan beranjak dari hadapan yesung. “gomawo yesunngggg!” teriakku seraya mencubit pipi yesung dan melangkah pergi dari hadapannya menuju kamar ku untuk memikirkannya lagi.
Kuraih iPhoneku untuk menelpon Jessica, mencoba untuk lebih dan lebih dekat lagi dengannya.
“yeobosseo chagi-ya!” teriakku ke arah hpku yang sedang menelpon Jessica.
“kyuuuu! Jangan berteriak, suaramu begitu jelek kalau kau berteriak seperti itu!” ejek Jessica seraya tertawa.
“ahh bilang saja kau juga suka dengan suaraku bak kicauan burung ini, chagi ya!”
“ehh kau ini, mwo menelponku? Tumbennn” tanya Jessica.
“saranghae Jessica jung!” teriakku lagi.
“dasar evilll, jangan berteriakk seperti itu!”
“evil begini juga bisa mencuri hatimu, kau tak menjawabku? Kau jahat Jessica”
“nado saranghae my evil” teriaknya.
“jangan berteriak seperti itu juga, kau tak cocok untuk berteriak chagi-ya!”
“haahh, kenapa kau tiba-tiba begitu romantis? Aneh!” tanya Jessica.
“jadi kau lebih suka kukerasi dari pada aku perhatikan?” lanjutku.
“haah hanya aneh saja”
“sudah dulu chagi-ya! Aku mau tidur dulu, oh ya mimpi kan aku yahhh” kataku begitu pede.
“aisshhh evil genit, good night my evill”
---------------------------------------
“yesung benar, kalau sahabat itu bisa menjadi orang yang kita cintai dan sayangi tentunya bermula dari keinginan kita untuk mencintai hal kecil darinya, perlahan tapi pasti saya bisa melakukan itu, jeongmal gomawo hyungg!”
The End-------

  
          
 

   

Kamis, 11 April 2013

ff "It’s My Surprise For You, Cho!"

Diposting oleh Unknown di 19.44 0 komentar

It’s My Surprise For You, Cho!

”cinta jauh lebih rumit dari sekedar rumus matematika ataupun sekedar kata-kata yang indah, cara untuk memahami cinta adalah…………….mengalami jatuh cinta” –Lee Hyuri-
“untuk menyatakan perasaanku padamu butuh waktu yang cukup singkat tapi……..untuk membuktikannya kalau aku mencintaimu butuh waktu seumur hidupku” –Kyuhyun-
“Love  is  like a  mountain, hard to climb…….but once you get to the top, the view is beautiful”      –author-
And the story was begin…….
Lee Hyu Ri  pov
       Aku menatap sang dewi  malam yan mengintip dibalik jendelaku yang kubiarkan terbuka  tanda bagiku untuk segera menyelesaikan oleh-oleh yang ku bawa dari sekolah tepatnya tugas matematika subjek favoritku  ini sebelum ngantukku menyerang. “Aigoooo tinggal 5 nomor lagi, hwaiting Lee Hyu Ri kamu pasti bisa!” teriakku lantang. Kelelahan berpikir, akhirnyaku mengalah juga dengan kantukku ini.
 Keesokan harinya-----
Sinar yang cukup terang nampak jelas di sela-sela gorden yang belum kubuka karena aku masih mengantuk karena tugas ini. Kudengar seseorang masuk ke kamarku  dan tak lain itu eommaku yang tak bosannya membangunkan ku setiap harinya. “Hyuri, bangun nak” suruh eommaku. “nde, eomma” jawabku malas. “ayo nak, kurang lima menit lagi jam 6” pintah eommaku sambil menunjuk jam dinding di kamarku yang tergantung dengan rapinya.
   Setelah ku terbangun dari mimpi, aku  baru sadar hari ini hari senin hari yang sangat ku benci karena guru matematika kesukakaanku tidak bisa hadir. “oh no!! Tugaskuuu tinggal 1 nomor lagi asshhh hari ini hari monster day, belum lagi jadwal piket menungguku” gerutuku kesal sambil jalan menyusuri kamar mandi. Setelah berpakaian rapi dan sarapan aku pun pamit ke eomma.
“eommma,, do’akan hyuri supaya nggak sial eomma-yya?” tanyaku sambil mengembangkan senyum paling manis menurut eommaku ini. “nnde my lovely daughter, cepatlah appa mu menunggu didepan rumah!” perintah eommaku sambil membalas senyumku.
“selamat pagi appaku!” teriakku membuka pintu mobil appaku ini. “pagi yeoja cantik appa!” balas appaku semangat.
SKIP----------
@Kirin High School, seoul.
Author pov
Lee Hyu Ri yang biasa dipanggil hyuri ini, yeoja cantik dengan tubuh jenjangnya ini terkenal pendiam dan cuek dimata temannya maka dari itu ia tak punya teman sebangku tapi terkenal dengan kepintarannya di bidang matematika terbukti dengan menaklukkan beberapa trophy math competition dan olimpade matematika hingga tingkat internasional, ia pun berjalan menyusuri lorong sekolah yang tampak ramai oleh penduduk sekolah.
Tiba di kelasnya, ia langsung duduk dibangku paling depan. “aissh, kelas ribut sekali saya nggak bisa konsentrasi menyelesaikan sisa PR kalau begini” batinnya. Ia pun  berteriak “ hey, kalian bisa diam sedikit, saya nggak bisa konsentrasi!” tegasnya agak mengeluarkan emosi dan kelasnya pun menjadi hening akan suara temannya.
Akhirnya salah satu dari mereka memecah keheningan “hey Hyuri, yeoja paling cuek yang pernah ku kenal bisakah kau sedikit tersenyum?” Tanya temannya yung soo sambil tertawa. Tanpa respon dari hyuri, yung soo pun menghampiri dibangkunya. “hey hyuri kau tuli yah?!” tegasnya sambil memukul meja hyuri.
Tiba-tiba guru matematikanya masuk dengan tegak dan yung soo pun kembali kebangkunya. “selamat pagi anak-anak! Kalian tidak tahu kan kejutan apa yang saya berikan kepada kalian??”  Tanya guru matematikanya sambil tersenyum kecil. “ada angin apa pak Nam bertanya begitu?” Tanya hyuri dalam hatinya. Dengan serentak siswa kecuali hyuri menggelengkan kepala tanda keherenan. “oke kalau begitu, izin kan bapak memanggil teman baru kalian! Ayo nak masuk kemari!” perintahnya pada seorang namja tampan yang dari tadi menunggu di depan pintu kelas. Namja itu pun masuk dengan gagahnya dengan serentak membuat para  semua siswi berteriak kegirangan kecuali hyuri yang masih terpaku pada buku tulisnya. “perkenalkan dirimu nak!” suruh pak Nam kpd namja tersebut.
“nde, pak Nam. Annyeong haseyo, Cho Kyuhyun imnida bisa dipanggil kyuhyun, pindahan dari Rising Star High School senang berjumpa dengan kalian!” tuturnya sopan sambil mengembangkan evil smilenya, sontak membuat para siswi  tak ingin memalingkan pandangannya yang hanya tertuju pada Cho Kyuhyun, siswa baru dikelasnya itu.
“oke, Cho kyuhyun kamu duduk di….” Katanya terputus karena para siswi berebutan ingin duduk dengan namja tampan itu. Akhirnya pak nam menunjuk bangku Hyuri yang kosong beberapa bulan terakhir dan sukses membuat hyuri terkaget dan baru menyadari jika namja itu akan duduk disampingnya “yakkk! pak nam, apa jadinya kalau Cho Kyuhyun duduk di samping hyuri yang super cuek itu??? denganku sajalah, aishhhh” gerutu yung soo kepada pak Nam, kyuhyun yang mendengar perkataan yung soo pun hanya bisa tersenyum simpul.
“annnyeong noona, bolehkah aku kenalan denganmu?” bisik kyuhyun lirih kepada hyuri. Lama tak di respon hyuri, kyuhyun pun mengambil paksa pulpen yeoja cuek itu yang sedang mengerjakan soal dibukunya dan menatapnya. “hey, kau tak mendengarku?” Tanyanya mulai penasaran. “nde aku mendengarmu!” balasnya dengan raut muka yang datar. “yeoja ini sangatlah cuek tapi mungkin cukup manis jika dia senyum” batinnya. “noona bolehkah saya mengetahui namamu?” Tanya namja itu untuk kedua kalinya. “annyeong, Lee Hyuri, panggil saja hyuri.” Balasnya masih dengan mukanya yang datar. 
“hyuri-ya, nama yg bagus.” Gombalnya pd yeoja cuek itu. “bisakah kau diam sedikit eoh??? Konsentrasi ku buyar karena mu!”. Ujarnya menatap namja disampingnya.
Belpun berbunyi dengan lantangnya menandakan pelajaran pertama selesai dan semua siswa bersiap untuk istirahat.
Kyuhyun POV
“hyuri-ya, kau….” Kataku terputus karena hyuri yeoja itu tiba-tiba keluar menuju sesuatu tempat dan membuatku mengikuti dibelakang yeoja tersebut. “hey, hyuri wait me!” teriakku membuat hyuri menoleh kebelakang untuk beberapa detik dan tak memperdulikanku yang berlari mengejarnya. “yaaakkk sumpah yeoja ini membuatku geregetan!!” kataku tetap berlari mengejar hyuri. Yeoja itu pun berhenti didepan perpustakaan sekolah dan masuk tanpa ada beban, aku pun sampai dimana yeoja itu masuk dan menghampirinya yang sedang asik membaca buku.
“hyuri-ya, kau tega sekali tak memperdulikanku!” kataku duduk disampingnya. “mianhae”jawabnya singkat.
“hmmm saya tak memaafkanmu sebelum kau menoleh kepadaku sambil tersenyum.” Pintahku.
“Nde,jeongmal mianhae…ehhh namamu siapa?” jawabnya sambil menolehkan wajahnya yang dari tadi tak lepas dari buku yg ia baca sambil senyum kepadaku. “tuhan, kesambet apa saya ini melihat yeoja cuek ini tersenyum dengan kedua lesung pipi di setiap sisinya yg membuatku sontak terdiam beberapa saat” kataku dalam hati sambil membalas senyum yeoja manis itu. “Cho kyuhyun, panggil saja kyuhyun, ternyata kau tak tahu namaku eoh? Kau tak dengarku tadi memperkenalkan diri, kau memang yeoja super cuek” ujarku mulai akrab dengannya.
Yeoja dingin ini membuatku merasakan sesuatu yang tak pernah saya rasakan dengan yeoja yang lain, entalah perasaan apa ini???, tapi saya ingin membuat yeoja disampingku ini berubah menjadi  yeoja yang murah senyum.
Sejak saat itu ku hanya terbayang-bayang senyuman seorang yeoja cantik dan manis bernama hyuri yang menancap hebat di kepalaku ini.
SKIP---------------------------------------------------------------------------------
Author pov
Jam pelajaran hari ini pun telah selesai, semua siswa pun sibuk merapikan barang-barang mereka. “sampai jumpa besok hyuri” kata kyuhyun ke yeoja disampingnya. “ayolah hyuri berbicaralah sedikit padaku aku kan chingu sebangkumu” ujar kyuhyun. “nde kyuhyun oppa” jawabnya sambil tersenyum meninggalkan kyuhyun sendirian dibangku mereka. “haaahh saya tidak mimpi kan??? kesambet apa anak itu panggil saya oppa sambil tersenyum kepadaku, anak itu kan susah sekali ku buat tersenyum” gerutunya tak percaya sambil menampakkan evil smilenya karena yeoja yang baru ia kenal beberapa jam yang lalu.
Kyu pov
Sepanjang jalan menyusuri lorong sekolah, “senyuman yeoja itu tak bisa lepas dari kepalaku ini, Sungguh apakah ini disebut cinta love at the first sight ??? Oh my god, semoga dia merasakan perasaan yang sama dengan ku”.
--------------------------------------------
Hyuri pov @on the way home
“apakah saya salah memanggil dia dengan kata Oppa??? lirihku bermonolog tak karuan. “kamu bilang apa barusan??? Oppa??? Kepada siapa???” Tanya appaku keheranan melihat ku, anak semata wayangnya dari tadi termenung. “ahhhh tidakk, appa salah dengar kali!!!” jawabku salah tingkah. “jujur sajalah nak, appa nggak marah kalau kamu punya namjachingu, wajarlah kamu merasakannya” tutur ayahku bijak. “Oppaa sudah sampai tuh nanti kelewatan loh ehhh maksudnya appa -__-” kataku tak karuan  sambil menutup mukaku yang menahan malu terhadap appaku yang dari tadi menyetir mobilnya. “ahhhh ketehauan anak appa ini lagi falling love, kalau boleh sekali-kali kenalin ke appa dong oppamu itu” kata appa yang dari tadi menahan ketawanya akhirnya pecah juga. “apaan sih appa ini??” kataku sambil mempoutkan bibir.
Jujur saja, semenjak ku berkenalan beberapa jam yang lalu dengan namja yang tak lain si cho kyuhyun itu, tiba2 perasaan yang berbeda dari hari lainnya melandaku. I don’t know about this feeling-___-
SKIP------------------------------------------------------
Keesokan harinya,
“eomma, anakmu ini pergi dulu yah bye eommaa!” kataku dengan raut muka yang ceria seraya berlari keluar. “oh ya, appamu tak mangantar&menjemputmu hari ini karena ada tugas diluar kota, arraseo!” kata eomma kpdku. “yakkk!!! arra eomma, appa kok nggak bilang2 sih-___- ishhh yaudah hyuri duluan ya eomma byeee”.
Author pov
Karena tak ada yang mengantar, terpaksa yeoja yang bermarga lee itu berjalan kaki menuju halte bus dekat rumahnya untuk ke sekolahnya. On the way halte, tiba2 hyuri terkaget karena seorang namja yang tak asing suaranya berhenti dengan motor gedenya dan memanggil namanya,  tak lain tak bukan namja itu ialah si  Cho kyuhyun yang membuat lee hyu ri sedikit berbeda setelah berkenalan dengannya.
“hyuri-yya!” teriaknya lantang. “mwo Kyuhyun?” Tanya singkat dan intonasi datarnya. “mau kesekolah yaa? Bareng yuk! Kurang 5 menit lagi bel masuk akan berbunyi lohh” ujar kyuhyun merayu sang yeoja di depannya. Hyuri yang menolehkan mata hazel coklatnya ke jam tangan di tangan kanannya yang telah menunjukkan pukul 06.55 waktu korea. Dengan terpaksa ia harus menuruti ajakan namja tersebut daripada ia  harus capek jalan dan terlambat  “n..de gomawo kyu” katanya sambil tersenyum kecil. “kenapa kau tak memanggilku oppa lagi seperti kemarin?”Tanya kyuhyun tertawa kecil. “aisshhh cho aku hanya refleks mengucapkannya”kata hyuri mulai tersipu malu. “hahhaah kau begitu menggemaskan hyuri” lirih kyuhyun sambil tersenyum lepas. “cepatlah kyu, kita terlambat nanti!” suruh hyuri lembut. “nde hyuri, Pegangan yang kuat , aku ingin ngebut sedikit!” pintahnya masih dengan evil smirknya.
SKIP--------------------------------------------------------------------------
Kyuhyun pov
2 pekan berlalu, aku semakin dekat dengan lee hyuri. Entah kenapa jika ku dekat dengannya, ku merasa nyaman ada disampingnya.
“pagi anak-anak! Kalian sudah mengerjakan pr yang ibu kasih kan?” Tanya bu yung hi. Serentak para siswa termaksud hyuri dan kyuhyun menjawab “sudahhhhh buuu”. “sebelum ibu memeriksa pr kalian, ibu ingin memberi teman baru kepada kalian semua,, masuk nakk” perintah ibu yunghi kepada sosok seorang yang berdiri diluar pintu.
Muncul lah seorang namja yang tak asing bagiku dia Lee Donghae, sepupuku. Mengapa anak itu tak memberitahu ku sebelumnya jika dia akan sekolah bersamaku dan sekelas denganku.
“perkenalkan dirimu nak!”.
 “Annyeong,  Lee Donghae imnida , panggil saja Donghae, senang bisa berteman dengan kalian semua!” tutur sepupuku ini degan lantangnya. “oke Lee Donghae, kamuu duduk dengannnn……” kata bu yunghi terputus karena yung soo “buu, jangan bilang kalau si Donghae akan duduk di samping hyuri”. “hahhhhh, usul yang bagus yung soo, Oke donghae kamu duduk di samping Hyuri, biar kyuhyun yang duduk di samping yung soo”. Mendengar perkataan bu yunghi, sontak membuatku kaget dan ku ingin sekali mengeluarkan kedua tanduk merahku ini yang mendesak keluar “aigoooo, karna kau hyung ku harus pisah bangku dengan hyuri, tunggu saja nanti, kalau urusan yang lain saya akan menyerah tapi kalau soal hyuri, aku tak kan menyerah camkan itu” batinku sambil menatap donghae sinis.
---------------------------------------------------------------------------------
Hyuri Pov
“annyeong haseyo noona!” katanya kepadaku. Hal ini membuatku mengingat 2 minggu yang lalu saat kyuhyun mengajak berkenalan denganku untuk pertama kalinya. “annyeong” jawabku singkat tanpa menolehkan wajahku ke namja disampingku ini. “bolehkan saya mengetahui namamu?” tanyanya dengan menampakkan senyumnya. “lee hyuri panggil saja Hyuri” “haaahhhh tak kusangka kita punya marga yang sama kau Lee Hyuri sedangkan aku Lee Donghae” kata donghae mulai akrab denganku. “ne,, kudengar tadi kyuhyun bilang padaku bahwa kau itu sepupunya eoh???” tanyaku ingin tahu. “ndee, dia sepupuku bahkan sudah kuanggap hyung-ku sendiri” jawabnya makin akrab dengan ku.
Hyuri pov end------------------------------------------
Author pov
Seraya mereka bercakap-cakap, tiba-tiba bel sekolah mereka berkumandang di seluruh sudut sekolah, ‘trriinggg triiiiiiiiiiiiinggggg’.
Mendengar itu, kyuhyun pun menarik paksa sepupunya, donghae keluar untuk membicarakan sesuatu. Melihat itu, hyuri hanya terdiam manis dibangkunya. “heiiiiiii, donghae awalnya kusangat senang melihatmu bisa sekolah denganku tapi kau tega sekali mengambil chingu sebangkuku, aku sudah sangat akrab dengan Lee Hyuri, kau dengar itu!!!” ujarnya dengan intonasi lembut. “haaah, kyuhyun jangan bersikap anak-anak seperti itu, aku juga tak tau jika saya akan duduk dengan hyuri, jadi apa maumu sekarang???” Tanyanya seraya tak tahan ingin tertawa kecil.
“kita tukar tempat saja, kau dengan yung soo saya dengan hyuri”
“kalau aku tidak mau bagaimana???” “donghaeeee, jangan2 kamu menyukai hyuri-yya?? Dia yeojaku camkan itu!!!”
“yeojamu, kapan kau jadian dengannya?” “aku belum jadian tapi dia…….. sudahlah donghae dia milikku!!!!!!!!!!!” “hahahah berarti ku masih punya kesempatan?” “donghae!!!!!!” teriak kyuhyun kesal kpd sepupunya donghae.
Kyuhyun pov
Tiba2 hyuri datang melerai kami yang dari tadi berdebat kecil. “kyuhyun, donghaee sudah sudaaah! kalian itu sepupu, jangan cuman gara2 ku kalian bertengkar” kata hyuri dengan lembutnya. “aku mau duduk sebangku denganmu hyuri” kataku kpd yeoja didepanku. “kyuhyun, aku juga mau duduk sebangku denganmu tapi apa daya bu yunghi menyuruh donghae duduk denganku, kau mengalah sedikit saja lahh kepada sepupumu donghae” ujar hyuri dengan bijaknya. Mendengar perkataan hyuri barusan, aku hanya bisa kegirangan tak jelas. “oke,,oke donghae-sshi kamu sekarang boleh menang tapi tidak untuk yang lainnya” kataku menutup debat kecil antara aku dan donghae, sepupuku yang sudah kuanggap hyung-ku ini.
Kutarik tangan hyuri yang dari tadi berdiri didepanku menuju kantin sekolah. “hyuri-ya, kita ke kantin saja, daripada kau disini diganggu sama sepupuku ini!” dan donghae tak diam saja ia membalas perkataanku “ndak usah ke kantin hyuri, kita ke perpustakaan saja lah!”. “mianhae kyuhyun, lebih baikku keperpustakaan saja bersama donghae, masih banyak buku yang menungguku untuk kubaca. Kalau kamu mau, kau boleh ikut denganku dan donghae!” kata hyuri dengan muka datarnya. “gomawo hyuri-yya aku mau ikut denganmu tentunya dengan donghae juga supaya kalian tak melakukan apa-apa disana” ujarku melirik donghae yang dari tadi menampakkan raut muka yang tak setuju jika ku akan ikut dengan mereka berdua.
Lee Donghae pov
Kalau kamu mau, kau boleh ikut denganku dan donghae!” kata hyuri dengan muka datarnya. “gomawo hyuri-ya aku mau ikut denganmu tentunya dengan donghae juga supaya kalian tak melakukan apa-apa disana” ujar kyuhyun melirikku. Mungkin kyuhyun mengira ku menyukai Lee Hyu Ri tapi aku hanya berpura-pura menyukainya agar sepupuku ini bisa kejebak taktik ku bersama hyuri, taktik untuk kejutan ulang tahun sepupuku si evil magnae Kyuhyun.
Flashback on----
”hyuri-yya?” tanyaku kepada yeoja disampingku. “mwo donghae?” Tanya balik kepadaku. “kau tahukan kyuhyun ingin berulang tahun ke-19?” tanyaku kembali pada hyuri *pdhal skarng usia kyuhyun oppa sudah 26 thn biarlah kan usia SMA*.
”nde, tanggal 3 februari ini kan???” “nde,hyuri kau mau kan berikan dia kejutan?”
“tentunya, tapi dengan cara apa???” “dia pernah bilang seminggu sebelumku pindah, dia menyukai seseorang yeoja teman sebangkunya yang kurang lebih 1 minggu ia kenal, ya itu kamu hyuri !” “hahh, aku? Tapi apa hubungannya dengan tak tik mu itu?” Tanya hyuri dengan muka yang mulai memerah setelah ku memberi tahunya bahwa kyuhyun suka padanya.
“yaaaakk…. Sekarang dia kan mulai agak terganggu denganku karena saya memisahkan kalian berdua, bagaimana kalau kita sedikit menampakkan kita saling suka??? Yaaa untuk beberapa hari ini saja terus pada hari ultahnya baru kita berikan surprise sekalian menjelaskan semua skenario kita ini, kau setuju hyuri-yya?” jelasku panjang lebar. “nde, terserah kau saja lah!” jawabnya meng-iyakan.
Flashback off------
Still donghae pov
Aku pun berjalan bertiga dengan kyuhyun, hyuri, dan tentunya saya juga dengan hyuri yang berada ditengahku dan kyuhyun menuju perpustakaan sekolah. Selama diperjalanan,kami hanya terdiam tak membicarakan apa-apa alias hening. Aku pun memecah keheningan “hyuri, kita pulang bareng ya sebentar, mau??” ajakku kepada hyuri “hmmmm…..” kata hyuri terputus karena kyuhyun tak rela kalau  aku mengajak hyuri akan pulang bareng, “ehhhh, hyurii denganku saja”
“mianhae cho, donghae oppa duluan mengajakku pulang bareng. mianhae, jeongmal mianhae ne” kata hyuri terpaksa.
“kau memanggilnya oppa tapi aku tidak, hahhh hyuri kau berubah semenjak berkenalan dengan hyungku ini!” ujar kyuhyun dengan intonasi yang cukup keras sambil menunjukku.
“kyuhyun, kenapa kau mempermasalahkan hal sekecil ini, berhenti kekanak-kanakan!” ujar hyuri.
Hyuri pov
“hmmmm…..” kataku terputus karena kyuhyun tak rela kalau sepupunya donghae akan pulang bareng denganku, “ehhhh, hyurii denganku saja” kata kyuhyun. “mianhae cho, donghae oppa duluan mengajakku pulang bareng mianhae ne” kataku terpaksa. Yakk aku terpaksa bilang seperti itu karena taktik alias surprise yang kujalankan sekarang bersama donghae “kau memanggilnya oppa tapi aku tidak, hahhh hyuri kau berubah semenjak berkenalan dengan hyungku ini!” ujar kyuhyun dengan intonasi yang cukup keras sambil menunjuk donghae. “kyuhyun, kenapa kau mempermasalahkan hal sekecil ini, berhenti kekanak-kanakan” ujarku.
----------------------------------------------------------
When the clock shown 24.00 korean time and the day became 2 february (one day before kyuhyun bornday)…
Kyuhyun Pov @ cast at kyu’s bedroom
Disela- sela tidurku, aku terbangun dari mimpiku “Apakahh hyuri suka pada mu donghae?? Itu tak akan terjadiiiiii!!!!” teriakku lantang yang membuat donghae sukses terbangun di sampingku ini. Ya, donghae menginap dirumahku untuk beberapa hari karena appa&eommanya ke Amerika untuk mengurus bisnis mereka. “manaku tahu hyunnng! Tanya hyuri saja lah mr.cho!” kata donghae sambil sibuk chatting-an dengan seseorang. Aku pun penasaran dengan siapa dia chatting, aku pun meraih iPhone hitam miliknya “kyuuuu, kembalikan hpku itu, aku lagi chatting-ngan dengan hyuriii!” “Hyuriiiii?donghae kau benar2 mau mengambil hyuri dariku eoh?”. “kalau hyuri jodohmu hyung, dia akan menjadi milikmu, mungkin bukan sekarang tapi nanti” kata donghae menatapku sinis.
Kulihat ponsel sepupuku ini yang penuh dengan sms hyurii, seketika membuatku tambah hancur melihat itu semua, dan mengembalikan iPhonenya aku pun hanya terdiam setelah itu dan melanjutkan tidurku tapi nihil, aku malah tak bisa tidur karena mengingat hyuri yang semakin akrab dengan sepupuku donghae.
---------------------------------------------
Cahaya yang mulai datang dari sudut kiri jendela kyuhyun membuat donghae terbangun. “kyuhyun-sshi bangun sudah pagi!” perintah donghae kepadaku. Kubuka kelopak mataku satu persatu dan kuhanya melihat donghae tersenyum kegirangan tak jelas. “donghae, kau sakit eoh?” tanyaku sambil memegang jidat hyungku untuk memastikannya ia tak sakit. “anniyo hyung, kau tau tidak tadi malam???? aku resmi punya yeoja bernama Hyuri” kata donghae sambil membersihkan tempat tidur kyuhyun yang berantakan. Mendengar penyataan donghae, sontak membuatku merasakan sesuatu yang menyambarku seperti petir, petir di pagi hari. “hyuri-yya kau menerima donghae sebagai namjachingumu?kau sukses membuatku hancur berkeping-keping dipagi hari” batinku masih tetap ditempat dan menatap hyungku yang dari tadi tersenyum kegirangan.
--------------------------------------
Setelahku bersiap untuk ke sekolah bersama tiba-tiba Donghae berkata padaku “hyung-ah aku duluan saja yah aku ingin menjemput yeojaku ,saya sudah janji kalau saya akan mengantarnya pagi ini, kau tak keberatan kalau  kau pergi ke sekolah sendiri?” “emmmm” jawabku hanya mengangguk mengiyakan. Lagi dan lagi ini membuatku muak dengan kelakuan donghae kepada hyuri dan kenapa harus kau hyung yang memanggil hyuri yeojamu seharusnya ia yeojaku. “Aku memang tak keberatan kalau saya kesekolah sendiri, tapi aku  keberatan kalau kau akan mengantar hyuri-yya!” gerutuku dalam hati.
Lee donghae pov
“hyung-ah aku duluan saja yah aku ingin menjemput hyuri,saya sudah janji kalau saya akan mengantarnya pagi ini, kau tak keberatan kalau  kau pergi ke sekolah sendiri?” “emmmm” jawab kyuhyun hanya mengangguk mengiyakan. Ini hanya salah satu taktikku untuk mengerjainya lebih dalam, namun aku pun tak pernah berjanji kalau saya akan menjemput hyuri dan soal hyuri yang sudah menjadi yeojachinguku hanya skenario belaka untuk membuatnya lebih kesal.
Kyuhyun Pov
Setelah berjalan duluan meninggalkan ku yang masih mengenakan sepatu, donghae melaju motornya dengan cepat sontak membuatku langsung mengikutinya dengan motor gede punyaku. ‘wisssssssssssssshhhhhhhhhhh’ motor ku pun melesat tak kalah cepat dengan donghae yang ada sedikit jauh dariku tapi ku dapat melihat  jelas motor putih miliknya. “Aneh, kenapa donghae tak singgah didepan rumah hyuri malah belok kiri langsung ke arah sekolah.” Batinku. Aku pun singgah didepan rumah hyuri dan memanggilnya “hyuri-yya!” dan seketika ku lihat yeoja yang masih berada dirumahnya itu menuju sumber suara ku “mwo kyuhyun?” tanyanya datar. “kau tak dijemput donghae-sshi?” “anniyo”. Mendengar jawaban dari hyuri aku pun hanya menatapnya dan langsung ku tancap gas motorku dan kembali menuju sekolah.
-----------
@cast at school
Kulihat donghae yang duluan duduk didepan tepatnya bangku hyuri, selama ku menyusuri kelas kuhanya menatap sinis donghae dan berkata ”donghae-sshi!kau membohongiku eoh?”kulihat raut muka donghae yang mulai menampakkan muka ketakutan tak bisa berbicara apa-apa “em………..ta….di hyuri tiba2 sms katanya ndak usah ku jem…put karena appanya su..dah pulang jadi kuterus saja ke sekolah!” jelasnya terpenggal-pengal “ohh, tapi kenapa mukamu seperti orang yang bersalah begitu hyunng?” tanyaku lagi.
Belum sempat donghae menjawab, hyuri pun datang dengan raut muka datarnya. “hyuri-yya!” sapaku bersamaan dengan donghae. “ahh nde oppadeul” jawabnya agak pelan dan duduk di samping donghae. “hyuri-yya apa kau benar yeojachingu hyungku ini?” Tanya ku ingin tahu. “emmmm…………” jawab hyuri kelihatan agak kaku. “kenapa kau kaku sekali hyuri untuk mengakui hyungku ini namjachingumu?” tanyaku masih penasaran akan kejanggalan yang terjadi. “kyuhyun-sshi sudahlah kembali kebangkumu! Donghae oppa itu namjachinguku, arraseo!” jelas  hyuri dengan menatapku. Mendengar perkataan hyuri ku hanya bisa pasrah, beberapa kali kulihat mata hazel coklat milik hyuri untuk mencari sela-sela kebohongan tapi nihil aku tak dapat menemukannya.
Hyuri POV
“hyuri-yya apa kau benar yeojachingu hyungku ini?” Tanya kyuhyun ingin tahu. “emmmm…………” jawabku kelihatan agak kaku. “kenapa kau kaku sekali hyuri untuk mengakui hyungku ini namjachingumu?” Tanya kyuhyun yang masih penasaran akan kejanggalan yang terjadi. “kyuhyun-sshi sudahlah kembali kebangkumu! Donghae oppa itu namjachinguku, arraseo!” jelasku. “ahhhh,ku tak tega melihat kyuhyun yang lantas terdiam setelah mendengar ucapanku, jeongmal mianhae tapi percayalah kyu suatu saat semua ini akan indah pada waktunya” batinku. Kyuhyun pun meninggalkan bangkuku bersama donghae dan menuju bangkunya di pojok kanan kelas.
-------------------------------------
Setelah semua pelajaran selesai, donghae segera menarik tangan ku menuju di taman sekolah untuk membicarakan sesuatu, melihat perlakuan donghae kepadaku kyuhyun yang masih di kelas acuh tak acuh melihat itu.
Aku dan donghae pun sampai di taman sekolah dan duduk di bangku yang tersedia di taman ini. “hyuri, kau siap nanti malam untuk memberikan kyuhyun surprise?” Tanya donghae seraya melihat disekeliling taman untuk memastikan kyuhyun tak menguping. “nde,tapi bagaimana caranya?” “begini jam 23.30 aku menjepuutmu tanpa sepengatahuannya dan ingat kau harus berdandan dengan cantik ya arraseo?”. Dengan berat ku hanya mengiyakan perintah donghae dan setelah diskusi singkatku bersama donghae, aku pun pulang diantar donghae sampai depan rumah. “gomawo donghae” tuturku sambil tersenyum simpul dengan donghae. “nde, jangan lupa sama rencana yang tadi oke?” “arra donghae!” jawabku hanya bisa pasrah dengan rencana yang donghae susun dua hari yang lalu semata untuk kyuhyun yang akan berulang tahun.
---------------------------------
Segera kuketok pintu rumahku yang tertutup rapat ‘tokk tokkk tokk’ tanpa respon yang tak lama kulihat pintu rumahku ini mulai terbuka  dan menyambutnya “eomma!” ucapku salah ucap karena ternyata yang membuka pintu itu adalah sepupuku satu-satunya yang bersekolah di amerika namanya yung ah yang suda kuanggap eonni ku sendiri. “Eonni! Kau jahat tak memberitahuku kalau kau akan kesini” gerutuku dan langsung kupeluk eonniku ini karena ku sangat rindu padanya. “Yakkkkk lepaskan! Kau membuatku hampir tak bisa bernafas!” jawab eonni ku ini sedikit risih dengan perlakuanku yang berlebihan. “mian eonni, sejak kapan eonni pulang ke seoul hahhh?” tanyaku sambil melepas pelukanku. “waktu kau ke sekolah hyu, heyy masuklah buat apa kau berdiri selama ini didepan pintu masuklah” “nde eonni” jawabku tertawa kecil. 
“eommaaaa hyuri sudah pulang!” sapaku kepada eomma tersayangku yang sedang menyiapkan makan siang. Menuju kamarku yang terletak di lantai dua rumahku, eonniku hanya bisa mengikutiku dari belakang “eeonni kenapa kau diam saja eohh? Kau tak rindu padaku? Aisssh” gerutuku. “hahhh eonni juga rindu padamu hyu, ku lihat kau semakin dewasa hyuri!” jawabnya sambil tertawa khas miliknya seorang. “aisssshh apa-apaan sih aku masih anak-anak eonni!” kataku sambil menarik tangan eonniku ini  menuju kekamarku.
“kau sudah punya namja  yah?” Tanya eonniku tiba-tiba “emmmm tidak eonni!” “tapi siapa yang mengantarmu tadi? Dia sungguh tampan, siapa dia hyuri?” “ashh dia lee donghae, teman sekelasku, dia bukan namjaku eonni, kau suka padanya?” “emmmm….” Katanya terpotong karenaku “ahhhh eonniku ini, kalau kau suka pada donghae, akan ku kenalkan dia padamu nni” jawabku terkekeh melihat wajah eonniku ini mulai memerah. Tiba-tiba suara eomma terdengar di setiap sudut rumahku “hyuriiii! Yung ahhhh! Ayo makan!”  dengan serentak ku menjawab “nde eommma!”.
----------------------------
“enak sekali masakan eommaku ini, oh iya eomma aku ingin minta izin ke rumah chinguku untuk memberinya surprise ulang tahunnya malam ini jam 23.30 bolehkan eomma?”
“ehhh temanmu itu perempuan atau laki-laki?” Tanya balik eommaku, terpaksaku harus berbohong sedikit demi mendapat izin eommaku “emmmm perempuan eomma”
“okee, tapi satu syarat, yung ah  harus ikut denganmu arraseo!” “yakkkk eommma! Yung ahhh harus ikut? Aissh nanti dia mengacaukan pesta ultah temanku eomma” tak terima dengan perkataan ku eonniku alias yung ah akhirnya berbicara juga “aisssh apaan sih kau hyuri tidak mungkin ku mengacaukan pestamu aku bukan anak-anak!” “janji yahhh, jangan mengacaukan eohhhh?” tanyaku memastikan “ndeeee”
When the clock shown 23.30 (30 minutes to 24.00/kyuhyun’s birthday
“eonni! Kau sudah siap?” “ne, ayo kita keluar!” jawab eonniku yang sudah siap. Dengan dress merah maroon selutut dengan sentuhan sedikit make-up, ku melangkah keluar rumah, dan donghae sudah menunggu diluar sana. “donghae-sshiii! Mianhae aku membawa eonniku yung ah karena kalau tidak eommaku tidak mengizinkanku!” “anniyo hyuri, senang bertemu denganmu yung ah!” sapa donghae dengan mengembangkan senyumnya kepada eonniku. “nee” “yungg ah dia ganteng kan?” bisikku ditelinganya “ndee ganteng sekali hyuri” jawabnya lirih kepadaku. “ehhh bicara apa kalian? Cepat hyuri nanti kita terlambat!” ”nde donghae oppa, untung kau bawa mobil donghae kalau tidak kau mau taruh dimana eonniku ini!”.
Lee donghae pov
“donghae-sshiii! Mianhae aku membawa eonniku yung ah karena kalau tidak eommaku tidak mengizinkanku!” “anniyo hyuri, senang bertemu denganmu yung ah!” sapaku dengan mengembangkan senyum kepada eonni hyuri. “Yung ah, eonni hyuri memang tak jauh beda cantik dari hyuri” batinku. Segera kubuka pintu depan mobilku dan mempersilahkan eonni hyuri untuk masuk kedalammnnya “gomawo donghae” ujar yung ah tersenyum simpul. “ashh donghae kau tak membukakan ku pintu seperti eonniku ini!” sela hyuri tertawa kecil “kau bisa sendiri hyurii, masuklahh!” jawabku.
----------------------------------------------------------------
Sampai dirumah kyuhyun, aku dan donghae jalan duluan menuju kamar kyuhyun sambil membawa kue tart yang diatasnya ada angka 19 di ikuti eonniku dibelakangku “hyuri-yaa kenapa sepi sekali katanya pesta?” “aku dan donghae saja yang memberikan surprise kepada kyuhyun” jawabku lirih pada eonniku ini. “ehhh kyuhyun? Dia laki2 kan, kau berbohong dengan eomma mu” “ndeee dia laki2 eonni, mau diapa lagi aku terpaksa karena kalau aku bilang laki-laki pasti eomma ndk mengizinkanku arraseo?” “arra hyuri” tiba di depan kamar kyuhyun, donghae membuka pintu kamarnya dan menyalakan sebuah lagu yang cukup keras dan sukses membuat kyuhyun terbanguun setelah itu donghae mematikan music itu.
Kyuhyun pov
Kudengar suara yang cukup keras dari soundsystem dikamarku membuatku terbangun dari mimpiku. Kuterbangun dengan muka yang keheranan melihat donghae, hyuri yang memakai dress merah maroon selutut dgn sentuhan make-up sungguh berbeda dengan penampilannya disekolah dan membawa kue tart dan satu lagi yeoja disamping hyuri yang tak ku kenal. Secara serentak hyuri dan donghae menyanyi dengan merdunya “saengil chukkae hamnida… saengil chukkae hamnida…saengil chukka..saengil chukka..saengilll chukkae hamnida kyuhyun!!!” mendengarnya ku sangat terharu dengan surprise itu, dan hyuri membawa kue tart dan mendekatiku untuk meniup lilin dan make a wish “kyuhyunn-shhi saengil chukka hamnida!” kata hyuri dengan tersenyum lepas kepadaku sambil menyodorkan kue tart tersebut untuk kutiup.
“kau cantik sekali hyuri tapi sayang kau punya orang lain, oh ya siapa yeoja disamping donghae?” tanyaku ke hyuri. “gomawo kyuhyun, dia eonniku, yung ah” jawab hyuri dengan tersipu malu. “ehh hyung kau bilang apa pd hyuri?” sela donghae kepadaku. “ahhh jangan cemburu donghae aku cuman memuji kecantikannya, tenanglah dia milikmu!” ujarku membalas perkataan donghae.
“milikku? Hyuri bukan milikku kyu, aku juga sudah punya, ini disampingku!” kata donghae tertawa dengan lepasnya.
”yakkk apaan sih kau donghae” tutur eonni hyuri, yung ah tersipu malu
“apa? Bukan milikmu? Kau pernah bilangkan kalau kau sama hyuri sudah jadian!”
“ahh hyuri benarkah donghae pacarmu?” Tanya eonni hyuri penasaran.
“begini kyuhyun, yung ah, aku tak pernah pacaran dengan hyuri. Aku dan hyuri hanya berpura-pura pacaran untuk membuatmu cemburu atau kesal denganku karena kau suka hyuri kan kyuhyun? Tapi tiup kuemu dulu sambil make a wish, hyuri sudah capek memegangnya” jelas donghae. “donghaeeeee hampir saja kau membuat hatiku hancur berkeping-keping karena jebakanmu ituu isssshhhh”
Kutiup kue yang hyuri sodorkan kepadaku sambil make a wish, harapanku adalah aku bisa memiliki hyuri yeoja di depanku ini sebagai pasanganku. sungguh lega rasanya mengetahui bahwa mereka tak berpacaran dan kupotong kue yang hyuri bawa “ayooo untuk siapa first cake nya hayyooo?” Tanya donghae kepadaku sambil berdiri disamping hyuri dan eonni hyuri.
Kumulai menyodorkan first cake ini kepada hyuri “Hyuri kau tega sekali mempermainkan ku eohhhh!” ujarku sambil menyuap kue ini ke mulutnya. “mianhae kyuhyun membuatmu kesal tapi ini rencana donghae!” kata hyuri mulai tertawa sambil menoleh ke arah donghae. “aisssshh donghaeee rasakan ini haaaahhhhaaaa!” kataku  mulai mengambil kue yang ada di tangan hyuri dan membuangnya ke muka donghae. ”kyuhyuuuuuuuunn dasar evil kauuuuu! Eh tunggu apa lagi, kau harus menembak hyuri sebelum ku mengambilnya kembali!” gerutu donghae. Mendengar tersebut kulangsung berlutut didepan hyuri dan mulai mengambil kedua tangannya “Hyuri, would you be my girll?” “emmmm….mana mungkin kutolak namja setampan kau kyuhyun” “jadi kau menerimaku eoh?” tanyaku kegirangan “yes, I would be your girl, my evil magnae”. “twuittt twuiiit” kata donghae dan eonni hyuri bersamaan
Chuuu— kucium tangan hyuri dan kumulai berdiri dan memeluknya “kau tahu?make a wish ku tadi adalah memilikimu seutuhnya hyuri dan sekarang itu terjadi, ini adalah surprise paling unforgettable dan kau doghae aku juga menunggumu jadian dengan eonni hyuri” kataku menoleh pada donghae dan yung ah, eonni hyuri
“nde kyu, tunggu kabar baiknya saja lahhh“ “ishhhh donghaeee” teriak eonni hyuri.
The End----------------------------------


 

Catatan Tak Bertuan Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos